Grimiss...
Aku ingin menangis...
Kenapa setiap ada kamu aku selalu ingat dia.
Kamu begitu indah diantara pepohonan diterpa semilir angin. Tapi aku
sudah tidak bisa merasakan keindahanmu saat ini. Kepedihan hatiku membuat aku
bisa sesakit ini. Ini sakit yang tidak wajar.. sakit yang berbulan-bulan ku
rasakan.
Yang aku rasakan hanya dingin merasuk ke dalam tulang
rusuk serta jiwaku. Sakit hatiku mengingatkanku saat indah bersamamu dan dia.
Iya dia, dia yang dulu sangat menyita hari-hariku. Dia yang dulu setiap waktu
selalu ada untuk aku. Mendengar cerita-cerita konyolku, hingga suatu hari tak
ada cerita lagi. Di tak seperti dulu lagi dan aku bertanya-tanya.
Kubaca lagi puisimu, yang dulu pernah membuat aku
seakan melayang akan kata-kata indahnya.
Someday
I don’t know how much longer
That I have to put up with everything
I’ve been hiding all the truth inside my heart
Everytime we meet
Everytime you turn to face me
Though I look indifferent
Do you know how much I have to force myself?
Can you hear my heart calling for you?
Loving you?
But I can’t open my heart for anyone to know
Can you hear it?
My heart keeps waiting there for you
Waiting for you to open it
And hope you will realize
Someday…
Though I love you
Though I feel..
But deep down inside, I don’t dare to tell you
Everytime we meet
And I hope you will realize
That this person loves you
Please I hope you will know
Someday…
Yang ini balasanku waktu itu
Someday.... I hope... you
to know that Ilove U too....
Saat itu dan sampai saat
ini, perasaanku masih saja tetap sama.
Tapi semua hal tentang
kita membuat semakit sanagt banyak perbedaan yang kita miliki...resah...
gelisah... dan tak tau lagi apa yang harus aku lakukan saat ini... layaknya
terdampar di suatu negara dan kita tidak tahu adat dan dan bahasa merek.
Asing-asing benar benar asing... seperti itulah... aku tak ingin seperti ini...
tetapi apa ini... semakin ku rasa semakin ku berbeda.
Memang perbedaan kami cukup jauh, perbedaan yang tak bisa aku ungkap. Walaupun
hatiku nyaman saat berada di sisinya,. Tetapi tak dapat ku pungkiri jika prinsip kami berbeda hingga susah
untuk menyatukan hal itu. Rasa tak nyaman pun semakin menghinggapi hubungan
kami. Hingga pada akhirnya aku mengerti dia mencari kenyamanan hati lain.
Hatinya terbagi dengan yang lain. Itu semakin membuat jarak hingga aku menjadi semakin
hancur. Ahhh dia, yaa dia benar-benar menyita waktu dan pikiranku.
Orang itu benar-benar menghancurkanku. Mereka begitu seenak hati
bersama di depanku, dan mengacuhkan aku. Dan aku lebih tidak rela melihat orang
yang sekasar itu bersamamu. Perlakuannya ke aku benar-benar menambah
kepedihanku. Dengan perilakunya yang norak, dia berbicara sekasar itu ke aku.
Yang lebih membuat aku perih, ternyata yang aku sayang dan telah menjalin
hubungan yang cukup lama malah menuduh aku sebagai penghancur hibungan pertemanan
mereka, dia lebih mempercayai perempuan itu daripada aku. Dia tinggalkan aku
begitu saja. Hingga hubungan mereka semakin intens dan aku semakin mengutuk
diriku sendiri.
Sesekali dia pernah mngajak untuk kembali bersama namun pada akhirnya
aku lah yang kecewa hingga sudah jenuh dan tak lagi percaya.
Sampai hari ini aku mulai kembali
merajut renda-renda hidupku yang tersobek olehnya.
Bantu aku gerimis, untuk kembali
bersemangat. Toh hidup sangat universal, aku harus sukses, aku harus membuat
semua yang sayang aku bahagia. Aku ingin membuat kedua orang tuaku tersenyum
selalu. Itulah yang paling utama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar